Assalamu’alaikum
wr. wb.
Penyakit
hati....SOMBONG....memang mudah muncul tanpa kita sadari. Merasa diri lebih
dari orang lain termasuk bibit-bibit kesombongan.. Cirinya kalau kita sudah
menganggap diri kita paling utama dan memandang orang lain rendah/hina. Kalau
sudah kena penyakit ini, seolah-olah diri kita berada di atas, sehingga merasa
tak pantas lagi mengerjakan ini dan itu, semua dianggap kecil dan remeh
baginya.
Biasanya
sifat sombong itu akan terus melekat pada seseorang yang sudah merasa dirinya
"lebih", dan akan semakin menjadi-jadi bila tidak ada orang lain yang
memberikan masukan atau mengingatkan..... karena kesombongan itu sudah
menjadikan pembenaran pada dirinya. Dan orang lain akan menganggap....itu sudah
wataknya. Kalau sudah begitu, apa yang diperbuat adalah benar, namun sebenarnya
itu menandakan suatu kesombongan. Banyak kejadian seperti itu terjadi di
sekitar kita...Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah
orang lain.
Kalau sudah begitu, kita harus segera sadar.
Kita harus merenung, mengapa kita bisa berbuat begitu ya.?.......... Lalu kita
kembalikan kepada Allah Swt, apakah kita pantas untuk sombong. Bila kita bisa
demikian, kita akan menydari, betapa tidak layaknya kita harus sombong. Karena
yang berhak sombong adalah hanya Allah Swt. Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Allah Azza wa Jalla berfirman.....Kemuliaan adalah kain-Ku, dan
kesombongan-Ku adalah selendang-Ku. Barangsiapa menyaingi-Ku di salah satu dari
keduanya, sungguh Aku menyiksanya," (HR Muslim).
Dari
Ibnu Mas’ud dari Rosulluloah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga seseorang
yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Untuk itu kita
harus segera menyadari siapa sebenarnya diri kita ini, asal kita dari mana.
Dengan demikian kita akan bisa instropeksi diri, perbanyaklah istighfar dan
jangan jauh-jauh dengan orang saleh. Kalau sudah begitu kita akan menjadi orang
yang rendah hati (tawadhuk). Teruslah mengingat nama Allah Swt dengan selalu
berdzikir (dalam hati), Insya Allah kita akan terhindar berbuat yang menjurus
pada kesombongan, dan kalaupun sudah berbuat dengan cepat kita akan menyadari
dan akan berubah menjadi rendah hati, selanjutnya beristighfar
sebanyak-banyaknya. Rosullullah mengajarkan satu doa agar trjaga dari sifat
sombong: “ Allahumma
ahyinii miskiinan wa amitnii miskiinan wakhsyurnii fii zuratil masaakiini “ ……………..artinya,” ya
Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah aku dalam keadaan
miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan arang-orang
miskin,” (HR Ibnu Majah). Yang dimaksud
dalam keadaan miskin tersebut adalah tawadhuk dan khusuk, supaya tidak menjadi
orang-orang yang sombong dan takabur.
Semoga
Allah selalu menjagaku dari sifat sombong, Insya Allah dengan tulisan-tulisanku
di blogg ini tidak akan menjadikanku takabur.. Dan kuawali dengan….
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM……
Wassalamu’alaikum
wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar